Sapto Condro loves Science and Technology

Catatan seorang pelajar yang tertidur…

Posterous Effect

Sejak Desember 2011, aku memakai Posterous untuk membuat posting otomatis di blogspot dan wordpress. Hasilnya lumayan optimal sesuai kehendakku. Namun sayangnya Posterous dibunuh burung di akhir April tahun ini. Semenjak itulah, aku mulai menggunakan IFTTT, termasuk posting saat ini.

Seperti apa dampak penggunaan Posterous terhadap blogku, bisa dilihat dari dua grafik di bawah ini.
Pada blog iscab di wordpress:
iscab.wordpress.com
iscab.wordpress.com sejak Desember 2011
Pada blog saptocondro suka sains:
saptocondro.wordpress.com
saptocondro.wordpress.com sejak Desember 2011
Terlihat dari kedua blog tersebut, bahwa sejak Desember 2011, terjadi peningkatan traffic. Berarti penggunaan auto-posting dari Posterous betul-betul membantu peningkatan kunjungan ke blogku. Dampak inilah yang disebut Posterous Effect.
Namun aku juga melakukan beberapa penyesuaian dengan jejaring tautan dan RSS antara blog-blog yang kumiliki. Jadinya selain penggunaan Posterous, aku juga melakukan beberapa optimisasi tautan. Aku pun tak tahu pasti apakah Posterous adalah penyebab utama peningkatan traffic seperti pada kedua gambar,
Kini caraku menulis blog berubah seiring kematian Posterous. Namun aku tetap menggunakan suatu skema auto-posting lain, yaitu dari IFTTT. Jadi sekali menulis 1 post di Blogspot, aku juga akan melakukan posting otomatis pada WordPress (dan Tumblr). 
Mungkin di lain waktu, aku tidak gaptek lagi, sehingga tidak perlu lagi menggunakan layanan autoposting. Akan tetapi aku membuat script sendiri, serta website sendiri.
Bremen, 18 Maret 2013
iscab.saptocondro

via iscab.saptocondro tak ingin gaptek lagi http://saptocondrogaptex.blogspot.com/2013/03/posterous-effect.html

Advertisements

March 18, 2013 Posted by | gaptek | , , | 1 Comment