Sapto Condro loves Science and Technology

Catatan seorang pelajar yang tertidur…

Kesaktian Mahasiswa

Seorang mahasiswa harus memiliki jurus-jurus sakti dalam studinya. Di bawah ini adalah beberapa jurus yang perlu dipelajari mahasiswa.

Ctrl+C
Jurus ini dipakai untuk menyerap jurus lawan, tanpa menghilangkan ilmu-ilmu yang dimiliki lawan.

Ctrl+X
Jurus ini dipakai untuk menyerap jurus lawan, sekaligus menghilangkan ilmu-ilmu yang dimiliki lawan.

Ctrl+V
Jurus ini dipakai untuk mengeluarkan jurus-jurus lawan yang telah diserap tadi.

Ctrl+Shift+V
Jurus ini dipakai untuk mengeluarkan hanya inti dari jurus-jurus lawan yang telah diserap tadi.

Pada kenyataannya, ada beberapa urutan yang harmonis dalam mengeluarkan jurus-jurus tadi. Kalau tidak urut, nah, berarti perlu ada harmonisisasi dulu, dari konspirasi kemakmuran.

Sebelum mengeluarkan jurus Ctrl+V dan Ctrl+Shift+V, harus ada jurus Ctrl+C atau Ctrl+X terlebih dahulu. Jurus paling dasar adalah Ctrl+C kemudian Ctrl+V. Jurus ini sangat sakti dan ampuh ketika digunakan oleh para mahasiswa.

Terdapat pula jurus-jurus tambahan untuk menangkis jurus sebelumnya. Di bawah ini adalah contohnya.

Ctrl+Z
Jurus ini dipakai untuk membatalkan jurus sebelumnya.
Jurus ini cocok digunakan jika terjadi kesalahan dalam Ctrl+X atau Ctrl+V atau Ctrl+Shift+V.

Ctrl+Y
Jurus ini dipakai untuk mengulang jurus yang telah dibatalkan.
Jurus ini cocok digunakan jika jurus Ctrl+Z dipakai secara berlebihan.

Ctrl+A
Jurus ini dipakai untuk menandai semua jurus lawan, secara sapu jagad.
Jika jurus ini digunakan sebelum jurus Ctrl+C atau Ctrl+X, seluruh ilmu lawan akan diserap.

***

Contoh mahasiswa doktoral yang sukses menerapkan jurus-jurus sakti di atas adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Kitab Saktinya adalah bentuk gabungan semua jurus-jurus tadi.

***

Ctrl+C = Copy, salin
Ctrl+X = Cut, potong/gunting
Ctrl+V = Paste, pasang
Ctrl+Shift+V = Paste text only, pasang teks doang
Ctrl+Z = Undo, batal
Ctrl+Y = Redo, ulang
Ctrl+A = All, semua

Sebetulnya masih banyak jurus-jurus lain yang perlu dipelajari. Namun hanya dengan menguasai sedikit jurus di atas, mahasiswa dapat memiliki kesaktian yang cukup hingga lulus kuliah.

Bremen, 18 September 2013

iscab.saptocondro

via iscab.saptocondro tak ingin gaptek lagi http://saptocondrogaptex.blogspot.com/2013/09/kesaktian-mahasiswa.html

Advertisements

September 18, 2013 Posted by | gaptek | , , , , , | 2 Comments

Our Higgs Boson

Our Higgs-Boson

Our Higgs-Boson,
who art in the Higgs Field,
hallowed be thy vibration.
Thy space-time come.
Thy matter be done,
on Earth and the entire known Universe.
Give us this trillionth of a second our instant Planck mass,
and forgive us our ignorances,
as we forgive those who don’t fucking love science.
And lead us not into The Great Rip,
but deliver us from Dark Energy.
ATOM.

The prayer of Everett Aponte.

diambil dari I fucking love science.
Ketika mereka membenci sains.

When they hate science.
http://www.youtube.com/watch?v=h1kg08E6VD0

Related post:

Bremen, 18 September 2013

iscab.saptocondro

via iscab.saptocondro tak ingin gaptek lagi http://saptocondrogaptex.blogspot.com/2013/09/our-higgs-boson.html

September 18, 2013 Posted by | gaptek | , , | Leave a comment

MATLAB, Model-driven dan pembangkitan kode

Ada pekerjaan menarik di Jerman yang terkait dengan dunia otomotif dan kemampuan pemrograman. Pekerjaan ini biasanya bernama

  • Systemingenieur (system engineer)
  • Softwareentwickler (software developer)
  • Funktionentwickler (function developer)
  • Embedded softwareentwickler (embedded software developer)
  • Versuchingenieur/Testingenieur (test engineer)
Pekerjaan ini biasanya berhubungan dengan pemrograman pada ECU (electronic controller unit/ Steuergerät) kendaraan bermotor. Pada ECU, biasanya terdapat mikrokontroller keluarga Freescale (dulu bernama Motorola) dan tentu saja chip untuk RAM dan ROM eksternal serta chip antarmuka.

ECU/Steuergerät, dari Carperformance shop

Pekerjaan mendesain ECU biasanya disebut Hardwareentwickler (Hardware developer). Perusahaan terkenal di bidang ini adalah Continental dan Bosch di Jerman serta Magneti Marelli di Italia. Berhubung aku tidak berpengalaman mengutak-atik ECU dari perusahaan lain, maka kusebut cuma tiga perusahaan tadi.
***
Aku ingin membicarakan penggunaan MATLAB dalam merancang perangkat lunak (software developing). Zaman sekarang ada istilah “model-driven”(wiki:en,de,en). Mereka yang merancang software dengan filosofi V-model (wiki:en,de,en) akan memulai mendesain dari sistem yang besar, lalu subsistem yang lebih kecil, hingga komponen dari sistem tadi lebih detail. Seorang system engineer akan mendesain keseluruhan sistem. Seorang software developer akan mendesain software yang menyusun sistem tadi. Seorang function developer akan mendesain fungsi-fungsi yang berguna dalam software yang menyusun sistem. Setelah itu, verifikasinya akan dilakukan dari hal yang detail ke hal yang besar.
V-Model, dari testingexcellence

Dari pengalamanku bergabung dalam suatu tim yang mengurus VVT (variable valve timing, wiki:en,de) pada silinder mobil, system engineer mendesain keseluruhan sistem VVT ini. Sistem ini dimodelkan dengan MATLAB Simulink. Pada Simulink, terdapat diagram blok. Ketika blok tersebut diklik, di dalamnya terdapat diagram blok yang lebih detail, biasa disebut sebagai modul. Semakin diklik, semakin terlihat komponen yang semakin kecil. Inilah pekerjaan software dan function developer.

Model MATLAB tersebut kemudian diubah menjadi bahasa lain yang lebih dekat ke mesin, misalnya C, hingga akhirnya menjadi hex dan binary yang siap di-flash ke mikrokontroler ECU. Proses ini dinamakan pembangkitan kode (code generation). Untuk membuat model MATLAB, yang biasa digunakan adalah Simulink dan Stateflow. Lalu untuk pembangkitan kode, kami menggunakan Targetlink dari dSPACE. Sebetulnya MATLAB memiliki Embedded Coder untuk membangkitkan kode. Akan tetapi tim kami sudah menggunakan Targetlink, yang memiliki kemampuan gabungan Simulink, Stateflow dan pembangkitan kode sekaligus.

Berhubung sistem yang didesain bersifat embedded, ada kode teks berupa M script, C header dan C source code yang memiliki nama variable yang tidak boleh bertentangan dengan model Simulink. C header dan C source code berisi nama variabel dan alamat memori sesuai permintaan customer. Setelah semua sesuai, klik next-next-next, maka terbangkitlah kode C, lalu akhirnya kompilasi akan menghasilkan file binary dan hex.

Pada saat mengetes model, para software dan function developer menggunakan Model-in-the-Loop (MiL). Input dan output dites agar sesuai keinginan. Pada saat kode C telah dibangkitkan, mereka mengetes dengan Software-in-the-Loop (SiL). MiL dan SiL biasanya hanya program untuk mengambil data dan menampilkan grafik, tabel dan angka.

Setelah kode hex dan binary telah terkompilasi, mikrokontroler pada  ECU harus di-flash. ECU dicolok ke suatu alat Flash yang tersambung ke komputer dengan USB. Pengalamanku, perangkat yang digunakan adalah ETAS INCA, yang terdiri dari hardware dan software. Dengan INCA, ECU bisa diisi binary dan komputer bisa menampilkan nama variabel yang ada pada hex di INCA. Setelah ECU telah terisi software, tes yang dilakukan adalah Hardware-in-the-Loop (HiL). Sebagai perangkat keras, ECU dites dengan HiL.

Jika lulus HiL test, ECU dites dengan katup (valve) sesungguhnya. Kalau lulus tes ini, ECU dites dengan ditaruh di mesin mobil. Kalau lulus tes ini, ECU ditaruh di kendaraan bermotor (mobil), dan dimulailah test-drive. Kira-kira begitulah yang terjadi pada model-driven engineering pada dunia automotive. Terdapat banyak perusahaan besar dan kecil yang mendesain software seperti ini, termasuk perusahaan yang mendesain hardware ECU tadi.

***

Di zaman sekarang, dalam membuat suatu mobil, banyak perusahaan terlibat. Ada perusahaan yang mendesain bentuk mobil lalu perusahaan lain menguji aerodinamika serta menghitung struktur dengan finite element method (FEM). Bagaimana kadar bensin dan udara masuk silinder sekarang tergantung software. Juga bagaimana sirkulasi udara, temperatur, musik, dll dalam mobil juga tergantung software. Masing-masing software bisa disubkontrakkan ke perusahaan yang berbeda-beda. Untuk menguji software juga bisa diserahkan ke perusahaan lain.

Akibat banyak perusahaan yang terlibat, alamat memori pada ECU harus dialokasikan dengan baik untuk masing-masing perusahaan. Nama dan alamat variabel dibuka seperlunya. Relasi antar variabel tidak diketahui semua. Bagaimana keseluruhan sistem bekerja adalah resep rahasia dari merk seperti BMW, Toyota, Fiat, Chrysler, VW, dll. Perusahaan yang mendesain software hanya tahu beberapa bagian. Dari pengalamanku, tim kami hanya memanfaatkan 3000 variabel dari 17000.

Dengan keterlibatan banyak perusahaan, termasuk pekerjanya, baik yang engineer maupun yang tukang pada rantai manufaktur, nilai ekonomi industri otomotif di Jerman cukup besar. Industri ini memiliki jejaring juga dengan industri karet (ban), sekrup, baja, dll, termasuk jasa outsourcing tenaga kerja dan tenaga ahli. Ketika terjadi krisis ekonomi USA dan Eropa, Jerman mengalami gangguan permintaan (demand) kendaraan bermotor. Akibatnya banyak perusahaan yang terlibat dalam dunia otomotif melakukan penghematan. Efeknya adalah pengurangan tenaga kerja. Pegawai outsourcing tidak diperpanjang kontraknya. Pemecatan dipermudah dan penerimaan pegawai diperketat. (Untuk Indonesia, jika satu industri goyah, industri dan jasa lainnya juga bisa terkena dampaknya.)

Kini aku mencari pekerjaan Softwareentwickler atau Versuchingenieur yang berhubungan dengan model-driven engineering. Tidak harus otomotif, bisa juga urusan aerospace maupun naval. Untuk sementara, aku membatasi pencarian kerja di daerah yang dekat Bremen karena aku sudah lelah pindahan terlalu jauh. Niedersachsen adalah tempat VW dan perusahaan-perusahaan subkontraknya. Hamburg dan Bremen terkenal dengan aerospace dan naval, baik sipil maupun militer. Sayang sekali, aku belum punya Polizeiführung (surat kelakuan baik) dan VS-Berechtigung (security level) untuk pekerjaan litbang militer.

Bremen, 24 Juni 2013

via iscab.saptocondro tak ingin gaptek lagi http://saptocondrogaptex.blogspot.com/2013/06/matlab-model-driven-dan-pembangkitan.html

June 25, 2013 Posted by | gaptek | , , , , | Leave a comment

Menampilkan slide presentasi: Adobe, Foxit dan PowerPoint

Catatan gaptekku hari ini adalah tentang slide presentasi. Bagaimana menampilkan layar penuh (Full Screen) kalau punya slide berbentuk PDF dan juga PPT (serta PPTX).

  • File PPT (dan PPTX) ditampilkan layar penuh oleh Microsoft Power Point dengan F5 (kalau dari awal) atau Shift+F5 (kalau dari slide yang sedang dikerjakan).
  • File PDF ditampilkan layar penuh oleh Adobe Reader dengan Ctrl+L
  • File PDF ditampilkan sama oleh Foxit Reader dengan F11

Setelah menulis ini, kuharap tidak lupa lagi. Semoga ketiganya tidak tertukar-tukar. Oh, ya, tulisan ini penting jika aku ingin presentasi menggunakan Microsoft Windows.

Gaptek pasti berlalu.
Percayalah bahwa hari kemenangan akan segera tiba.

Bremen, 22 April 2013

iscab.saptocondro

via iscab.saptocondro tak ingin gaptek lagi http://saptocondrogaptex.blogspot.com/2013/04/menampilkan-slide-presentasi-adobe.html

April 23, 2013 Posted by | gaptek | , , , | Leave a comment

Posterous Effect

Sejak Desember 2011, aku memakai Posterous untuk membuat posting otomatis di blogspot dan wordpress. Hasilnya lumayan optimal sesuai kehendakku. Namun sayangnya Posterous dibunuh burung di akhir April tahun ini. Semenjak itulah, aku mulai menggunakan IFTTT, termasuk posting saat ini.

Seperti apa dampak penggunaan Posterous terhadap blogku, bisa dilihat dari dua grafik di bawah ini.
Pada blog iscab di wordpress:
iscab.wordpress.com
iscab.wordpress.com sejak Desember 2011
Pada blog saptocondro suka sains:
saptocondro.wordpress.com
saptocondro.wordpress.com sejak Desember 2011
Terlihat dari kedua blog tersebut, bahwa sejak Desember 2011, terjadi peningkatan traffic. Berarti penggunaan auto-posting dari Posterous betul-betul membantu peningkatan kunjungan ke blogku. Dampak inilah yang disebut Posterous Effect.
Namun aku juga melakukan beberapa penyesuaian dengan jejaring tautan dan RSS antara blog-blog yang kumiliki. Jadinya selain penggunaan Posterous, aku juga melakukan beberapa optimisasi tautan. Aku pun tak tahu pasti apakah Posterous adalah penyebab utama peningkatan traffic seperti pada kedua gambar,
Kini caraku menulis blog berubah seiring kematian Posterous. Namun aku tetap menggunakan suatu skema auto-posting lain, yaitu dari IFTTT. Jadi sekali menulis 1 post di Blogspot, aku juga akan melakukan posting otomatis pada WordPress (dan Tumblr). 
Mungkin di lain waktu, aku tidak gaptek lagi, sehingga tidak perlu lagi menggunakan layanan autoposting. Akan tetapi aku membuat script sendiri, serta website sendiri.
Bremen, 18 Maret 2013
iscab.saptocondro

via iscab.saptocondro tak ingin gaptek lagi http://saptocondrogaptex.blogspot.com/2013/03/posterous-effect.html

March 18, 2013 Posted by | gaptek | , , | 1 Comment

Telekomunikasiku

2012, Nürnberg & Herzogenaurach
Aku masih bingung memikirkan smartphone apa yang perlu kupakai: iPhone, Android, atau Blackberry. Aku suka Android karena aku pemuja Google. Aku suka desain Apple pada iPhone, tapi rata-rata keluarga dan teman-teman pakai Blackberry. Aku juga punya 2 nomor O2 dari Telefonica dan 1 nomor T-com. Mungkin beli ketiga perangkat dan celanaku bakal sobek kebanyakan gadget di kantong. Protokol yang kubutuhkan telpon flatrate, internet flatrate, pesan singkat flatrate, Google Maps, jadwal angkot, dan mp3 player serta kamera minimal 5 megapixel.
Aku juga sudah bergabung dengan banyak online social network, seperti bisa dilihat secara jeli di lapak milikku, dan masih memikirkan apakah aku perlu ikut Pinterest dan Quora.

2011, Nürnberg
Akhirnya aku punya internet sendiri berbasis DSL dari Telecom Jerman. Lengkap dengan WLAN Router. Aku bingung dengan 3 nomor telpon flatrate yang kumiliki. Aku hanya butuh satu dan jarang kupakai. Internet flatrate ini menarik, sayangnya saat ini tempat-tempat untuk mengunduh jahanam sering dijaga polisi Jerman. Jadinya internet rumah kencang tapi kaga pernah torrent dengan protokol P2P serasa tak berguna.

2011, Bremen
XDA Neo O2 milikku suka mati mendadak. Aku tidak bisa menggunakannya untuk telephone interview di masa-masa gawat dalam mencari kerja. Nokia 5110 milikku cuma tergeletak di rumah jadi weker. Aku hanya punya Nokia 6600 tanpa charger.

2008, Bremen
OK, deh, aku gabung Facebook. Itu terjadi karena inilah jalur telekomunikasi para Erasmus Student. Undangan party dan jalan-jalan bisa kudapat di sini. Saat aku gabung, Facebook sangat lambat kalau buka profil orang yang kecanduan aplikasi. Kaga nyangka beberapa tahun kemudian, aku betul-betul mencintai Facebook.

2008, Bremen.
Di musim panas, kantong celanaku bolong. Nokia 5110 jatuh dari kantong ke paha dan sesampainya di betis, aku sangka ada anjing yang menggigit kakiku. Aku refleks melakukan tendangan ala Tiger Wong “Hempasan Ekor Naga”. Aku pun melihat perangkat ini melayang di udara. Dia terhempas lebih dari 10 meter. Saat itulah aku sadar bahwa aku harus beli celana baru dan punya telpon genggam baru.

2007, Bremen
Aku ikut ujian Communication Network di Uni Bremen. Aku harus menjelaskan TCP/IP, DSL, WLAN, ATM, finite state machine, TDMA, FDMA, bla bla bla, dalam ujian lisan (oral exam alias mündliche Prüfung). Tidak dapat Excellent, tapi dapat Good.
Saat ini, 4G (LTE Advanced) dan 3.9G (LTE dan WiMax) masih jadi bahan riset.

2006, Bremen
Pertama kali kukenal XDA. Kata orang ini gabungan PDA dan telpon genggam. Protokol yang kumiliki telpon berbasis GSM, internet berbasis Wifi alias IEEE 802.11, pesan singkat berbasis SMS. Kameranya kurang asyik. Aku memilih kontrak O2 tidak flatrate. Akibatnya aku harus membayar harga yang sama untuk telpon 1 menit dan satu kali SMS. Aku jadi jarang SMS dan nelpon supaya tagihan bisa limit mendekati nol.

2005, Semarang
Aku mendapatkan Nokia Telor Sejuta Umat alias Nokia 6600 dari sisa tanteku. Kata temanku, ini Nokia Bokép 3GP. Berbagai julukan diberikan kepada perangkat ini. Nokia saat itu adalah perangkat yang dicintai penggemar SMS. Tombolnya empuk. Hingga 2012 ini, aku masih pakai “telor” ini. Karena hanya dia yang reliable. Protokol yang kumiliki di alat ini adalah telpon, pesan singkat berbasis SMS, dan kamera yang tak berguna selain untuk hal-hal narsis dan voyeur.

2004, California
Facebook baru lahir.

2004, Bandung
OK, deh, gua ikutan Friendster. Itu terjadi setelah teman dekatku mengajakku gabung. Itulah awal aku menggunakan online social network. Menambah dan mengurangi teman hanya bermodal klik jari pada perangkat elektronik.

2003, Bandung
Aku lulus kuliah di Bandung. Saat itu ubiquitous computing berbasis touchscreen adalah riset hangat di universitas dan lembaga penelitian di dunia. Hal inilah yang menjadi dasar smartphone dengan layar yang tinggal digesek dan disentuh di jaman sekarang. Kini hal seperti itu sudah kuno.

2001, Bandung
Aku ikut kuliah Jaringan Telekomunikasi oleh Pak Sigit Haryadi dan membeli buku kecil TCP/IP karangan Onno W. Purbo, et al. Aku juga ikut kuliah lain yang kulupa namanya yang berhubungan dengan komunikasi antar komputer. Nama dosen kulupa, tapi nama asisten dosen Tabratas Tharom takkan kulupa. Oh, ya, saat ini 3G dan 3.5G masih jadi bahan riset, belum masuk pasar.

2000, Bandung
Aku mendapatkan Nokia Sejuta Umat alias Nokia 5110 yang kuanggap sebagai istri pertamaku. Saat inilah, aku mulai menggunakan perangkat komunikasi nirkabel. Kini perangkat inilah yang kujadikan weker di Nürnberg. Dulu alat ini memiliki protokol telpon GSM dan pesan SMS. Kini hanya protokol weker aja yang kugunakan karena telpon ini rusak kutendang 10 meter di Bremen.

1998, California
Google baru lahir.

1998, Bandung
Pesan yang ingin dikirim “Kita ketemu di lapangan tenis”.
Pesan yang diterima di pager si doi, “Kita ketemu di lapangan p*n*s”.
Mbak-mbak di call center lagi mikirin apaan, yah, kok huruf T bisa jadi P?
Saat itu, alat komunikasi yang lagi beken adalah pager. Aku harus mengontak call center untuk memberi pesan text kepada orang yang ingin dikirim. Biasanya aku mengontak bokap untuk pulang bareng dalam rangka menghemat biaya angkot pakai pager. Aku belum punya telpon genggam saat itu. Juga beberapa aktivis mahasiswa yang dulu berteriak “Turunkan Soeharto” menggunakan pager.

1998, Bandung
Pertama kali aku punya internet di rumah. Protokol favoritku adalah SMTP dan HTTP. Untuk mengirim email tentu saja aku pakai SMTP. Aku juga suka dengan milis. Internet dengan modem 56K yang harus memakai jalur telpon PSTN, itu super lambat. Surfing di Indonesia itu betul-betul perjuangan. Selain itu, biaya internet dihitung per menit. Inilah hal yang bikin malas menggunakan protokol IRC, alias chatting. Aku pernah mencoba chatting. Selain kaga mengerti bahasa chatting yang disingkat, aku juga tidak tahan dengan tagihan internet ditambah tagihan telpon bulan berikutnya.

1995, Bandung
Telpon umum kartu di SMA St. Angela adalah alat yang kupakai untuk menelpon dia. Kartunya tipis dan bisa mudah masuk kantung. Aku tak percaya kenapa telpon ini masih bisa dipakai di tahun itu. Biasanya sudah diganti dengan telpon kartu chip. Oh, ya, aku kursus Bahasa Inggris di St. Angela dan dia eh mereka yang ingin kutelpon bersekolah di SMA St. Maria dan SMA 5 (atau 3, yah?).

1992, Bandung
Ada alat apaan, nih, di rumah?
Oh, ternyata telpon. Saat itulah pertama kali keluargaku memiliki sambungan telpon. Aku tak percaya mulai saat itu aku bisa mengobrol dua arah secara berbarengan dengan orang lain nun jauh di sana.

1991, Bandung
“Break break”, “Kopi”, “Ganti”, “Kopi darat, yuk?”, “Pindah frekuensi, yuk?”
Istilah ini kukenal karena aku tak punya telpon. Baru setahun kemudian aku punya telpon. Saat inilah, kami berkomunikasi dengan gelombang radio. Komunikasi hanya bisa dilakukan secara searah pada waktu dan frekuensi yang sama. Jadi komunikasi dua arah harus dilakukan secara bergantian pada frekuensi yang sama. Kalau tidak, suara kresek-kresek yang keluar. Jadi kalau ingin berbicara harus cari frekuensi kosong, lalu mengobrol. Tanpa perangkat radio amatir ini, lagu “Bercinta di Udara” karangan Farid Harja kaga bakal didaur-ulang oleh Kasino dari Warkop DKI.

1988, Bandung
Nyokap pergi ke Telkom untuk mengirim telegram kepada bokap di Swiss. Juga terkadang, ada kiriman telegram bokap sampai kotak surat di rumah. Jaman ini, ketika cinta terpisah lautan dengan jarak seperempat keliling dunia, surat dan telegram adalah media komunikasi yang cukup aman di kantong. Telegram berbasis sinyal dengan kode morse. Sinyalnya fleksibel bisa lewat kabel maupun lewat udara dengan radio.

Tahun yang tak kuingat, Semarang
Ada telpon di rumah Eyang, dengan nomor yang diputar secara mekanik. Mereka berbicara dengan alat yang aneh itu. Saat itu aku bertanya-tanya kenapa rumahku di Bandung tak memiliki sambungan telpon.

1982, Amerika Serikat
Kelahiran internet.
(Maksudnya adalah kelahiran standar protokol TCP/IP yang menjadi cara supaya antar perangkat bisa terhubung dalam suatu jaringan. Protokol ini boleh dikatakan sebagai internet)

1980, Bandung
Hari kelahiranku. Aku lebih tua daripada internet, yah?

***

Untuk mengenang kisah cintaku dengan segenap perangkat dan protokol telekomunikasi, kupersembahkan link video “Bercinta di Udara” karangan Farid Harja, dinyanyikan oleh Kasino dari Warkop DKI dan kawan-kawan.

Nürnberg, 23 Juni 2012

iscab.saptocondro

June 23, 2012 Posted by | gaptek | , , | Leave a comment

Nyanyian kode yang kuinginkan

Akibat kegagalan nyanyian kode yang dilakukan oleh iscab dan saptocondro, kuulang lagi percobaan nyanyian kode berikutnya. Semoga kali ini sukses, walaupun gaptekku tak kunjung padam.


// my first program in C++

#include <iostream>
using namespace std;

int main ()
{
 cout << "Hello World!";
 return 0;
}

Nürnberg, 16 Juni 2012

iscab.saptocondro

June 16, 2012 Posted by | gaptek, programming | , | Leave a comment